Selasa, 05 Mei 2026

Perencanaan Lewat Rembuk Stunting

 **Rembuk Stunting** adalah forum musyawarah yang dilakukan di tingkat desa atau kelurahan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penurunan angka stunting secara terintegrasi. Forum ini merupakan instrumen penting untuk memastikan program intervensi tepat sasaran dan terkoordinasi antar instansi.



Dalam sambutannya, PJ  Wali Nagari Padang Laweh Selayan dan Kasi Kesos PK perwakilan pemerintah kecamatan Koto VII menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga pendamping, hingga masyarakat.

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan. Edukasi kepada ibu hamil, pemenuhan gizi anak, serta sanitasi lingkungan menjadi kunci utama,” ujarnya.

Sementara itu, tenaga pendamping profesional (TPP) juga menyoroti pentingnya pemanfaatan dana desa yang tepat sasaran untuk program-program prioritas, termasuk penanganan stunting. Program seperti pemberian makanan tambahan (PMT), peningkatan layanan posyandu, serta edukasi gizi diharapkan dapat berjalan optimal.

1. Tujuan Utama

Analisis Situasi: Mengidentifikasi jumlah kasus stunting dan kondisi layanan di wilayah tersebut.

Komitmen Bersama: Membangun kesepakatan antara pemerintah Nagari, kader, dan tokoh masyarakat.

Perencanaan Program:Menyusun rencana kegiatan intervensi yang akan dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Nagari (RKPNag) dan dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Nagari (APBNag).

2. Peserta Rembuk Stunting

Peserta biasanya terdiri dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintah, antara lain:

 * Wali Nagari dan Perangkat Nagari.

 * Badan Permusyawaratan Nagari (BPN).

 * Kader Pemberdayaan Manusia (KPM).

 * Petugas kesehatan (Bidan Nagati atau perwakilan Puskesmas).

 * Tim Penggerak PKK.

 * Guru PAUD.

 * Tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perwakilan kelompok tani/wanita.

3. Tahapan Pelaksanaan

Secara umum, proses ini melalui beberapa langkah sistematis:

 Pra-Rembuk: Pengumpulan data melalui pemetaan sasaran (ibu hamil, balita) dan pemantauan layanan bulanan di Posyandu.

Diskusi Kelompok: Membahas hambatan dalam akses layanan kesehatan, air bersih, sanitasi, dan pola asuh.

Penetapan Prioritas: Menentukan kegiatan apa yang paling mendesak, misalnya pemberian makanan tambahan (PMT), pembangunan sumur gali, atau pelatihan kader.

Penandatanganan Berita Acara:Sebagai bukti legalitas bahwa program tersebut akan didanai pada tahun anggaran berikutnya.

4. Materi yang Dibahas (Intervensi Spesifik & Sensitif)

Diskusi biasanya mencakup dua jalur intervensi:

Intervensi Spesifik (Kesehatan): Fokus pada gizi kronis, suplemen ibu hamil, imunisasi, dan pemantauan berat badan balita.

Intervensi Sensitif (Lingkungan/Sosial): Fokus pada penyediaan air minum layak, jamban sehat, bantuan pangan non-tunai, serta edukasi pengasuhan di kelas orang tua.

5. Output yang Diharapkan

 1. Rencana Kegiatan: Daftar usulan kegiatan konvergensi stunting.

 2. Komitmen Pendanaan: Kepastian alokasi dana desa untuk kesehatan dan sanitasi.

 3. Update Data: Basis data terbaru mengenai keluarga berisiko stunting untuk mempermudah pemantauan berkelanjutan.



Kegiatan ini biasanya dilaksanakan setahun sekali untuk sinkronisasi dengan jadwal perencanaan anggaran tahunan Nagari.


Rabu, 15 April 2026

PKK Nagari Tanjung ambil Peran untuk Potensi Nagari

 

Doc. Pembukaan Pelatihan

Penggunaan Dana Desa untuk pemberdayaan harus berbasis partisipatif (melibatkan warga) dan berkelanjutan, sehingga masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah di masa depan. Dana Desa memiliki peran krusial dalam menggeser fokus pembangunan dari sekadar infrastruktur fisik (seperti jalan atau jembatan) menuju peningkatan kapasitas manusia dan kemandirian ekonomi.

Hari ini 17 April 2026 Pemerintahan Nagari Tanjung Melalui PKK Nagari melakukan Lompatan Besar untuk menyonsong Zaman yang sudah serba Canggih Sekarang ini dengan Melakukan Pemberdayaan melalui Semua pengusrus PKK Nagari Tanjung untuk kegiatan "Pelatihan Pemasaran Produksi Unggulan PKK Nagari Tanjung".

Ketua PKK Nagari Tanjung Ny. Edi Marlita Defrizal menaruh harapan besar lewat pelatihan ini supaya kegiatan Pelatihan yang sudah dilakukan semenjak 2021 yang sifatnya Pembuatan Produk Unggulan salah satunya seperti Pembuatan Mahar Nikah, Anyaman Bambu Dll. sehingga ada hasil dari kegiatan-kegiatan pelatihan yang kita lakukan sebelumnya, Imbuh Ketua TP PKK Nagari Tanjung.

Dalam sambutannya Wali Nagari pun menyampaikan apapun kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat akan selalu mensuport dengan catatan sampaikan kepada kami sehingga kami tahu apa yang akan kami bantu untuk suksesi kegiatan tersebut.

Doc. Pembukaan Pelatihan

Kegiatan hari ini dibuka lansung oleh Camat Koto VII Bapak Erick Sedenov, S.IP dan turut hagir juga Ketua PKK kecamatan Ny. Nel Erick Sedenov dan pengurus PKK tingkat Kecamatan Koto VII, Camat Koto VII berpesan silakan ikuti pelatihan ini dengan seksama dan bisa menjadi penambah Ekonomi keluarga setidaknya.

Pelatihan ini difasilitasi lansung oleh UNP Sijunjung selaku Pemateri untuk kegiatan Pelatihan Pemasaran Produksi Unggulan PKK Nagari Tanjung.

Doc. Foto Bersama Peserta
 
#danadesa #pemberdayaanekonomi #pemberdayaanperempuan

Oleh: Efit Mulyadi (Pendamping Desa)

Selasa, 14 April 2026

BLT DD Kunci Penghapusan Kemiskinan ditingkat Nagari

 

Doc. Penyerahan Simbolis



​Bertempat di Aula Kantor Nagari Padang Laweh Selatan, Pemerintah Nagari bersama Badan Permusyawaratan Nagari (BPN) kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa. Penentuan penerima manfaat ini telah melalui proses Musyawarah Nagari Khusus (Musnagsus) untuk memastikan validitas data dan ketepatan sasaran sesuai kriteria yang ditetapkan oleh regulasi pusat. Penyaluran berjalan dengan tertib dan transparan sebagai bagian dari akuntabilitas tata kelola keuangan desa.

Program ini bertujuan untuk percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dan memastikan tidak ada warga yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan dasar.
 

Doc. Sambutan Camat

Dalam sambutannya Kasi kesos PK kecamatan Koto VII Ibu Nurhaida, S.tr. Keb menyampaikan ​"Program BLT Dana Desa ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah Nagari dalam menjaga jaring pengaman sosial masyarakat. Kami berharap bantuan ini tidak dilihat hanya dari nominalnya, tetapi sebagai stimulan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga dan menjaga daya beli warga di tingkat desa. Mari kita gunakan bantuan ini dengan bijak dan tepat sasaran."

Penyaluran BLT Dana Desa kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), diserahkan Lansung Kepada 15 KPM BLT DD anggaran Tahun 2026 diserahkan Uang sebesar Rp. 900.000 untuk triwulan 1 ini dengan rincian bantuan yang diberikan berjumlah Rp. 300.000 perbulannya.

Kegiatan hari ini juga dihadiri oleh TKSK Kecamatan Koto VII, Babinsa dan Babinkhamtibmas Nagari Padang Laweh Selatan

#DanaDesa #MembangunDesa #BLTDD2026 #KesejahteraanWarga

oleh : Efit Mulyadi (Pendamping Desa).