Selasa, 05 Mei 2026

Perencanaan Lewat Rembuk Stunting

 **Rembuk Stunting** adalah forum musyawarah yang dilakukan di tingkat desa atau kelurahan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penurunan angka stunting secara terintegrasi. Forum ini merupakan instrumen penting untuk memastikan program intervensi tepat sasaran dan terkoordinasi antar instansi.



Dalam sambutannya, PJ  Wali Nagari Padang Laweh Selayan dan Kasi Kesos PK perwakilan pemerintah kecamatan Koto VII menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga pendamping, hingga masyarakat.

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan. Edukasi kepada ibu hamil, pemenuhan gizi anak, serta sanitasi lingkungan menjadi kunci utama,” ujarnya.

Sementara itu, tenaga pendamping profesional (TPP) juga menyoroti pentingnya pemanfaatan dana desa yang tepat sasaran untuk program-program prioritas, termasuk penanganan stunting. Program seperti pemberian makanan tambahan (PMT), peningkatan layanan posyandu, serta edukasi gizi diharapkan dapat berjalan optimal.

1. Tujuan Utama

Analisis Situasi: Mengidentifikasi jumlah kasus stunting dan kondisi layanan di wilayah tersebut.

Komitmen Bersama: Membangun kesepakatan antara pemerintah Nagari, kader, dan tokoh masyarakat.

Perencanaan Program:Menyusun rencana kegiatan intervensi yang akan dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Nagari (RKPNag) dan dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Nagari (APBNag).

2. Peserta Rembuk Stunting

Peserta biasanya terdiri dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintah, antara lain:

 * Wali Nagari dan Perangkat Nagari.

 * Badan Permusyawaratan Nagari (BPN).

 * Kader Pemberdayaan Manusia (KPM).

 * Petugas kesehatan (Bidan Nagati atau perwakilan Puskesmas).

 * Tim Penggerak PKK.

 * Guru PAUD.

 * Tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perwakilan kelompok tani/wanita.

3. Tahapan Pelaksanaan

Secara umum, proses ini melalui beberapa langkah sistematis:

 Pra-Rembuk: Pengumpulan data melalui pemetaan sasaran (ibu hamil, balita) dan pemantauan layanan bulanan di Posyandu.

Diskusi Kelompok: Membahas hambatan dalam akses layanan kesehatan, air bersih, sanitasi, dan pola asuh.

Penetapan Prioritas: Menentukan kegiatan apa yang paling mendesak, misalnya pemberian makanan tambahan (PMT), pembangunan sumur gali, atau pelatihan kader.

Penandatanganan Berita Acara:Sebagai bukti legalitas bahwa program tersebut akan didanai pada tahun anggaran berikutnya.

4. Materi yang Dibahas (Intervensi Spesifik & Sensitif)

Diskusi biasanya mencakup dua jalur intervensi:

Intervensi Spesifik (Kesehatan): Fokus pada gizi kronis, suplemen ibu hamil, imunisasi, dan pemantauan berat badan balita.

Intervensi Sensitif (Lingkungan/Sosial): Fokus pada penyediaan air minum layak, jamban sehat, bantuan pangan non-tunai, serta edukasi pengasuhan di kelas orang tua.

5. Output yang Diharapkan

 1. Rencana Kegiatan: Daftar usulan kegiatan konvergensi stunting.

 2. Komitmen Pendanaan: Kepastian alokasi dana desa untuk kesehatan dan sanitasi.

 3. Update Data: Basis data terbaru mengenai keluarga berisiko stunting untuk mempermudah pemantauan berkelanjutan.



Kegiatan ini biasanya dilaksanakan setahun sekali untuk sinkronisasi dengan jadwal perencanaan anggaran tahunan Nagari.


Rabu, 15 April 2026

PKK Nagari Tanjung ambil Peran untuk Potensi Nagari

 

Doc. Pembukaan Pelatihan

Penggunaan Dana Desa untuk pemberdayaan harus berbasis partisipatif (melibatkan warga) dan berkelanjutan, sehingga masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah di masa depan. Dana Desa memiliki peran krusial dalam menggeser fokus pembangunan dari sekadar infrastruktur fisik (seperti jalan atau jembatan) menuju peningkatan kapasitas manusia dan kemandirian ekonomi.

Hari ini 17 April 2026 Pemerintahan Nagari Tanjung Melalui PKK Nagari melakukan Lompatan Besar untuk menyonsong Zaman yang sudah serba Canggih Sekarang ini dengan Melakukan Pemberdayaan melalui Semua pengusrus PKK Nagari Tanjung untuk kegiatan "Pelatihan Pemasaran Produksi Unggulan PKK Nagari Tanjung".

Ketua PKK Nagari Tanjung Ny. Edi Marlita Defrizal menaruh harapan besar lewat pelatihan ini supaya kegiatan Pelatihan yang sudah dilakukan semenjak 2021 yang sifatnya Pembuatan Produk Unggulan salah satunya seperti Pembuatan Mahar Nikah, Anyaman Bambu Dll. sehingga ada hasil dari kegiatan-kegiatan pelatihan yang kita lakukan sebelumnya, Imbuh Ketua TP PKK Nagari Tanjung.

Dalam sambutannya Wali Nagari pun menyampaikan apapun kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat akan selalu mensuport dengan catatan sampaikan kepada kami sehingga kami tahu apa yang akan kami bantu untuk suksesi kegiatan tersebut.

Doc. Pembukaan Pelatihan

Kegiatan hari ini dibuka lansung oleh Camat Koto VII Bapak Erick Sedenov, S.IP dan turut hagir juga Ketua PKK kecamatan Ny. Nel Erick Sedenov dan pengurus PKK tingkat Kecamatan Koto VII, Camat Koto VII berpesan silakan ikuti pelatihan ini dengan seksama dan bisa menjadi penambah Ekonomi keluarga setidaknya.

Pelatihan ini difasilitasi lansung oleh UNP Sijunjung selaku Pemateri untuk kegiatan Pelatihan Pemasaran Produksi Unggulan PKK Nagari Tanjung.

Doc. Foto Bersama Peserta
 
#danadesa #pemberdayaanekonomi #pemberdayaanperempuan

Oleh: Efit Mulyadi (Pendamping Desa)

Selasa, 14 April 2026

BLT DD Kunci Penghapusan Kemiskinan ditingkat Nagari

 

Doc. Penyerahan Simbolis



​Bertempat di Aula Kantor Nagari Padang Laweh Selatan, Pemerintah Nagari bersama Badan Permusyawaratan Nagari (BPN) kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa. Penentuan penerima manfaat ini telah melalui proses Musyawarah Nagari Khusus (Musnagsus) untuk memastikan validitas data dan ketepatan sasaran sesuai kriteria yang ditetapkan oleh regulasi pusat. Penyaluran berjalan dengan tertib dan transparan sebagai bagian dari akuntabilitas tata kelola keuangan desa.

Program ini bertujuan untuk percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dan memastikan tidak ada warga yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan dasar.
 

Doc. Sambutan Camat

Dalam sambutannya Kasi kesos PK kecamatan Koto VII Ibu Nurhaida, S.tr. Keb menyampaikan ​"Program BLT Dana Desa ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah Nagari dalam menjaga jaring pengaman sosial masyarakat. Kami berharap bantuan ini tidak dilihat hanya dari nominalnya, tetapi sebagai stimulan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga dan menjaga daya beli warga di tingkat desa. Mari kita gunakan bantuan ini dengan bijak dan tepat sasaran."

Penyaluran BLT Dana Desa kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), diserahkan Lansung Kepada 15 KPM BLT DD anggaran Tahun 2026 diserahkan Uang sebesar Rp. 900.000 untuk triwulan 1 ini dengan rincian bantuan yang diberikan berjumlah Rp. 300.000 perbulannya.

Kegiatan hari ini juga dihadiri oleh TKSK Kecamatan Koto VII, Babinsa dan Babinkhamtibmas Nagari Padang Laweh Selatan

#DanaDesa #MembangunDesa #BLTDD2026 #KesejahteraanWarga

oleh : Efit Mulyadi (Pendamping Desa).



Senin, 27 Oktober 2025

Pemberdayaan dan Perempuan ( Pelatihan Anyaman Bambu )

Doc. Pembukaan Acara

Acara: Pelatihan Peningkatan Keterampilan Anyaman Bambu

Tanggal Pelaksanaan: 28-29 Oktober 2025

Lokasi: Lantai 2 Ruang Kantor Wali Nagari

Tujuan Utama: Melestarikan kerajinan tradisional, meningkatkan keterampilan peserta dalam mengolah bambu, dan mendorong potensi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

​Pelatihan anyaman bambu ini diselenggarakan oleh TP PKK Nagari dan diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari PKK Jorong, Kader dan Bundo Kanduang. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali generasi muda dan ibu rumah tangga dengan keterampilan praktis yang dapat menjadi sumber penghasilan tambahan melalui pembuatan produk kerajinan bernilai jual.

Doc. Sambutan Ketua TP PKK

Dalam sambutannya Ketua TP PKK Nagari memberi pesan" Ini adalah pelatihan ke 4 yang dilaksanakan oleh PKK Nagari, jadi harapan kami kegiatan ini bisa kita kalaborasikan dengan kegiatan pelatihan yang telah kita laksanakan sebelumnya contoh dengan kegiatan Pembuatan Mahar untuk pernikahan", jelas Ketua TP PKK Nagari Ny. Edi Marlita Defrizal.

Doc. Sambutan Wali Nagari Tanjung

Sedangkan Wali Nagari Tanjung Bapak Defrizal, S.ST.Par "selalu menyatakan sikap siap untuk mendukung apapun kegiatan pemberdayaan selagi itu datang dari kebutuhan masyarakat dan di bolehkan oleh aturan yang berlaku, saya dan Ketua BPN akan mendukung itu imbuhnya".

Kegiatan ini di buka lansung oleh Camat Koto VII yang dalam hal ini diwakili oleh Kasi PPM ibu Sri Prihatin, S.E, Beliau berpesan " ini adalah bukti keseriusan Wali Nagari dalam melihat peluang dan kebutuhan masyarakat terkait pemberdayaan dan peran penting perempuan dalam menciptakan Inovasi di Nagari, Silakan ikuti acara ini dengan seksama" imbuhnya.

Doc. Sambutan Kasi PPM Kec. Koto VII

​Pelatihan berlangsung selama 2 hari ( 28-29 Oktober 2025 ) dengan fokus pada penggabungan teori dan praktik. Instruktur utama adalah Ibu Ses dari Nagari Talawi Sawalunto yang juga merupakan seorang pengrajin bambu berpengalaman.

Doc. Praktek Anyaman

​Materi yang diajarkan meliputi:

​Pengenalan Bahan Baku: Identifikasi jenis-jenis bambu yang cocok (cth: bambu tali, bambu apus), teknik pemotongan, dan proses pengawetan bambu.

Persiapan dan Pengolahan: Cara memilah dan menghaluskan iratan bambu (belahan) agar siap dianyam.

​Teknik Anyaman Dasar: Peserta diajarkan teknik-teknik anyaman fundamental, seperti teknik kepang, teknik sasak (untuk dinding/bilik), dan teknik ganda, dan.

​Praktik Pembuatan Produk: Peserta secara langsung mempraktikkan pembuatan dua jenis produk kerajinan:

​Produk Fungsional: Bakul/keranjang serbaguna.

​Produk Dekoratif: Hiasan dinding atau wadah pensil kecil.

​Hasil dan Dampak dari kegiatan ini diharapkan ada berupa Produk Output: Seluruh peserta berhasil menyelesaikan minimal satu buah produk anyaman fungsional yang layak pakai. Beberapa produk menunjukkan kualitas anyaman yang rapi dan inovatif. dan dampaknya merupakan Peningkatan Keterampilan: Berdasarkan evaluasi pasca-pelatihan, rata-rata tingkat pemahaman dan keterampilan praktis peserta meningkat sebesar 75% dibandingkan kondisi awal. adanya Jejaring: Terbentuknya komunikasi awal antar peserta untuk membentuk kelompok pengrajin kecil guna berbagi informasi bahan baku dan potensi pemasaran.

Doc. Arahan PD

​dan dalam sambutannya Pendamping Desa Bapak Efit Mulyadi lebih menekankan kepada imbas dari kegiatan pelatihan ini dan menyarankan Rekomendasi Tindak Lanjutnya pelatihan anyaman bambu ini berjalan sukses dan memberikan bekal keterampilan yang nyata bagi para peserta dan ini juga bukti nyata salah satu pemanfaatan Dana Desa untuk Pemberdayaan kaum Perempuan sehingga tidak ada lagi kesenjangan dalam pola pelaksanaan kegiatan di Nagari, dan Untuk memaksimalkan dampak, direkomendasikan tindak lanjut berupa:

​Pelatihan Lanjutan (Advanced): Fokus pada desain produk modern dan teknik finishing (pewarnaan, pelapisan) agar produk lebih menarik pasar.

​Pendampingan Pemasaran: Membantu kelompok pengrajin dalam hal branding, foto produk, dan pemasaran digital melalui media sosial atau e-commerce.

​Fasilitasi Bahan Baku: Memastikan ketersediaan bahan baku bambu berkualitas secara berkelanjutan.

tentu untuk hasil maupun pemasaran harus saling bahu membahu antara pengrajin, Pemangku kepentingan hingga Pemerintah daerah, tutup Bapak Efit Mulyadi (Read PD).

ditulis Oleh : Efit Mulyadi, Pendamping Desa Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat

Pendamping Desa dan Ketahanan Pangan

Suksesnya Pendamping Desa (Read PD) dalam kegiatan ketahanan pangan merujuk pada proses pendampingan secara berkelanjutan yang bertujuan agar masyarakat desa menjadi mandiri dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengelola program ketahanan pangan mereka sendiri. 

Ini bukan sekadar pergantian personel, melainkan transfer pengetahuan, keterampilan, dan inisiatif dari Pendamping Desa ( Read PD ) kepada aparatur desa, Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), kelompok masyarakat (seperti Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani/KWT), serta kader lokal.

Tahapan untuk Suksesnya Pendamping Desa (Read PD) dalam kegiatan Ketahanan Pangan. Proses ini idealnya mengikuti alur yang mengarah pada penarikan diri Pendamping Desa secara bertahap seiring meningkatnya kapasitas dan kemandirian desa.
1. Inisiasi dan Fasilitasi Perencanaan 

Peran Pendamping Desa: Memfasilitasi Musyawarah Desa Khusus (Musdes) untuk identifikasi potensi dan masalah pangan desa, merumuskan rencana kegiatan (misalnya pemanfaatan Dana Desa 20% untuk ketahanan pangan), dan membantu penetapan penerima manfaat. 

Fokusnya : Mendorong perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk memimpin proses musyawarah secara partisipatif, bukan bergantung pada instruksi pendamping Desa. 

2. Peningkatan Kapasitas Pelaksana 

Peran Pendamping Desa: Memberikan pendampingan teknis dan pelatihan kepada pelaksana utama program ketahanan pangan, seperti pengurus BUM Desa (untuk pengelolaan lumbung pangan atau usaha pascapanen), Kelompok Tani (untuk teknik budidaya), dan KWT (untuk diversifikasi pangan lokal dan pengolahan).

Fokusnya : Membentuk dan melatih kader-kader lokal atau anggota BUM Desa menjadi pelatih atau fasilitator internal desa yang dapat meneruskan pengetahuan dan praktik baik secara mandiri. 

3. Implementasi Program dan Penguatan Kelembagaan 

Peran Pendamping Desa: Mendampingi dalam pelaksanaan, memastikan transparansi anggaran, membantu pengelolaan dan pengembangan aset (misalnya, pengembangan BUMDesa sebagai pelaksana hulu-hilir pangan), dan memfasilitasi sinergi dengan pihak luar (misalnya, dinas terkait atau pasar). 

Fokusnya : Menguatkan tata kelola BUM Desa atau lembaga pelaksana lainnya agar memiliki sistem manajerial yang solid dan tidak bergantung pada intervensi pendamping. Mendorong kemitraan desa dengan sektor swasta atau pihak ketiga secara mandiri.
4. Monitoring, Evaluasi, dan Replikasi Mandiri 

Peran Pendamping Desa: Memfasilitasi proses monitoring dan evaluasi hasil program secara periodik dan partisipatif, serta membantu desa menyusun laporan pertanggungjawaban. 

Fokusnya : Memastikan desa (khususnya KPMD/Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa dan BUM Desa) mampu melakukan evaluasi internal terhadap keberhasilan dan kegagalan program, serta mampu merencanakan replikasi atau pengembangan program ketahanan pangan berikutnya berdasarkan hasil evaluasi tersebut tanpa keterlibatan aktif dari Pendamping Desa. 

Indikator Keberhasilan Bagi pendamping Desa, Pendampingan dianggap berhasil jika desa telah mencapai kemandirian pangan yang ditandai dengan. 

Kemampuan Perencanaan: Desa secara mandiri mengalokasikan Dana Desa untuk ketahanan pangan berdasarkan potensi lokal dan kebutuhan warga (misalnya melalui Musrenbangdes). 

Kapasitas Pelaksanaan: BUM Desa/Kelompok Masyarakat mampu mengelola unit usaha pangan (budidaya, pengolahan, distribusi) secara profesional dan berkelanjutan. 

Ketersediaan dan Akses: Terjaminnya ketersediaan pangan lokal yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman (Ketersediaan, Keterjangkauan, dan Pemanfaatan Pangan) bagi seluruh warga desa. 

Keberlanjutan Inisiatif: Inisiatif dan inovasi di bidang pangan, seperti pengembangan pertanian terpadu atau pengelolaan lumbung pangan, tetap berjalan dan berkembang meski Pendamping Desa telah beralih fokus pendampingan ke desa lain. 

Oleh : Efit Mulyadi ( PD ) Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat.

Senin, 06 Oktober 2025

Swear it all over again

Sesuatu yang ingin aku yakini meski asa terasa menepis belakangan ini, tak pernah ku duga akan mendapat tamparan seperti ini. Bahwa suatu hari nanti, hatimu akan pergi meninggalkanku. Kekhawatiranku mulai memang karna aku pernah berbuat, aku merasa hanya jasadmu yang kembali padaku, tapi aku tidak tahu hatimu terbang entah kemana?? Kemana kamu disaat aku merasakan kesepian ini.......??? 

Aku berharap sedikit kata manjamu, agar aku yakin kamu masih menganggap aku ada.....!!!! Aku butuh perhatian mu agar aku bisa tersenyum, seolah-aloh aku benar-benar ada yang memiliki...!!! Tak Cuma jarak, tapi juga kisah-kisah di sekeliling yang memisahkan ku dari genggaman jemarimu. Tapi mengapa harus orang yang paling kamu benci yang hadir untuk memberikan senyuman itu, meski setelah itu ku masih sangat berharap sedikit Perhatian darimu, tapi itu hanya harapan kosong...!! Kau tak seperti apa yang kau deskripsikan....!!! Diduakan oleh kesibukanmu itu sudah hal yang biasa bagiku. Aku mencoba untuk memahami itu, meski sebelum itu aku harus membuat Kesalahan yang tak seharusnya aku lakukan. Mau menyesal pun aku percuma. 

Aku tak bermaksud menghalangimu dari hidup yang telah kau pilih. Hanya saja kau tak mengerti betapa perihnya hatiku, disaat kau dengan orang-orang yang sedikit pun tak pernah suka denganku. Aku benar, tidak semua yang kau ketahui dari aku kau memehaminya. Bilangan waktu turut menjadi penyebab semua ini....!!! Bisakah.....?? Cinta tak harus berubah walau secara fisik atau tak lagi sama!!! Jika kau ingin membantuku melewati waktu-waktu sulit itu. Ini caranya: Jadilah cermin ajaib yang mempunyai satu jawaban untuk sang pangeran!!! Aku mencoba mengerti jika kau terkadang tak memehami, kenapa aku harus marah hanya karena hal-hal sepele yang menurutmu tak layak mengundang Keeogoisan. Bagaimana menjelaskannya padamu?? Aku lelaki...... Yang memiliki siklus tertentu. Dimana emosiku terpacu lebih cepat hingga mudah terbakar amarah. Seraya berharap kau tidak menjatuhkan pandangan pada yang lain...!! Yang belum lagi terperangkap keajaiban waktu. Terkadang kenangan seringkali seperti mimpi indah, Meski tak jarang pula ia menjelma seperti seekor serigala, Yang kuku tajamnya mudah meninggalkan jejak. 

CINTA salahkah jika aku meminta tatapan kagum, Pujian, atau kalimat-kalimat mesra, agar tak kau curahkan kepada orang lain. Meski hanya sebatas teman? Tentu saja jika kau suka kau boleh membaginya kepada yang lain!! Cinta memang ajaib, Pesonanya sering mengunciku pada dunia yang kadang sulit dibedakan nyata atau tidaknya. Bertahun-tahun kita lalui ini dan aku masih berjuang agar tak selalu Terkurung dikamar gelap itu. Dengan menyakini satu hal: Cintamu nyata senyata-nyatanya untuk ku. Ada satu hal yang selalu membuat aku tak dapat mencegah air keluar dari sudut mata. Ada satu hal yang membuat perasaan aku tercabik-cabik. Ada satu hal yang selalu menikamkan nyeri di dada. Ada satu hal yang membuat ku sering kali tak mengerti mengapa aku menjadi begitu sensitif terhadap masalah ini. Dan juga wajah yang sering layu menatap kisah hidup ini. KAU tahu.....!! Betapa sering aku tak berdaya melawan waktu yang telah menyulapku, menjadi orang yang naif dan mudah menimbulkan masalah, Sayang jika semua itu yang membuatmu akan membenciku. Kau tahu dalam hidupku, aku memilih segalahnya sendiri. Hanya sedikit hal yang tak bisa,aku tak bisa memilih hari lahirku. Tapi saat ini aku memilih sepanjang hidupku, aku hanya ingin bersamamu. Tak perlu mengerti apa yang tak sepenuhnya kau mengerti, aku juga tak akan berusaha memahami...........apa artinya “KUARTIL TERAKHIR”.

tulisan 2012
oleh : Efit Mulyadi

Jumat, 27 September 2013

persamaan gelombang tegak dan gelombang berjalan



BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Fisika merupakan suatu cabang IPA yang mendasari perkembangan teknologi maju dan konsep hidup harmonis dengan alam. Fisika adalah ilmu yang lahir dan berkembang yang bermula dari rasa keingintahuan tentang alam semesta yang objeknya dalam bentuk kebendaan,serta berbagai gejala-gejala yang mungkin dilakukan melalui eksperimen di laboratorium.Begitu banyak produk teknologi yang didasarkan pada prinsip-prinsip fisika, sehingga usaha untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah merupakan suatu keharusan. Sebagai ilmu yang mempelajari fenomena alam, fisika juga memberikan pelajaran yang baik kepada manusia untuk hidup selaras berdasarkan hukum alam. Proses pembelajaran fisika menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar kita dapat menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pembelajaran fisika diarahkan untuk mencari tahu dan berbuat sehingga dapat membantu kita untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.
     Salah satu materi yang dipelajari dalam fisika adalah materi tentang gelombang. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita temukan contoh gelombang seperti suara, cahaya, dan lain sebagainya. Dalam mempelajari fisika itu sendiri kita perlu memahami konsep-konsep dalam setiap pokok-pokok materi fisika, pada materi gelombang juga terdapat konsep-konsep. Tetapi sering kali terjadi kekeliruan oleh seseorang dalam pemahaman konsep yang benar sehingga terjadi misconception. Maka dari itu pada kesempatan ini kami mencoba membahas misconception yang muncul pada gelombang.

B.     FAKTA, KONSEP, PRINSIP DAN PROSEDURAL

Fakta adalah segala hal yang bewujud kenyataan dan kebenaran,  meliputi nama-nama obyek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, nama orang, nama bagian atau komponen suatu benda, dan sebagainya. Contoh fakta: cahaya adalah gelombang transversal dan juga gelombang elektromagnetik.
Konsep adalah segala yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputi definisi, pengertian, ciri khusus, hakekat, inti/isi  dan sebagainya. Contoh konsep:
1.      Gelombang berjalan adalah gelombang yang amplitudonya tetap pada titik yang dilewatinya.
2.      Adalah gelombang yang memiliki amplitudo yang berubah – ubah antara nol sampai nilai maksimum tertentu.
Prinsip adalah pernyataan yang mengandung kebenaran yang bersifat mendasar dan berlaku umum, meliputi dalil, rumus, adagium, postulat, paradigma, teorema, serta hubungan antar konsep yang menggambarkan implikasi sebab akibat
Prosedural adalah suatu diagram alir, meliputi  langkah-langkah secara sistematis atau berurutan dalam mengerjakan suatu aktivitas dan kronologi suatu sistem.

C.  MISKONSEPSI

Miskonsepsi adalah pengertian yang tidak akurat akan konsep, penggunaan konsep yang salah, klasifikasi contoh-contoh yang salah, kekacauan konsep-konsep yang berbeda dan hubungan hierarkis konsep-konsep yang tidak benar. Contoh miskonsepsi pada gelombang:
a.       Frequency is connected to loudness for all amplitudes (Frekuensi berhubungan dengan kerasnya suara untuk semua amplitudo).
b.      Big waves travel faster than small waves in the same medium (Gelombang yang besar akan menjalar lebih cepat).
c.       Different colors of light are different types of waves (Perbedaan antara warna cahaya akan menyebabkan perbedaan tipe gelombang).
d.      Pitch is related to intensity (Tangga nada berhubungan dengan intensitas).



BAB 2
ISI
A.  MATERI POKOK
1.      Persamaan Gelombang Berjalan dan Gelombang Tegak ( Statisioner ).

B.  KOMPETENSI INTI
1.      Menghayati dan mengamalkan agama yang dianutnya.
2.      Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,disiplin,tanggung jawab,peduli (gotong royong,kerjasama,toleran,damai),santun,responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3.      Memahami,menerapkan,dan menganalisis pengetahuan faktual,konseptual,prosedural,dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,teknologi,seni,budaya,dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,kebangsaan,kenegaraan,dan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4.      Mengolah, menalar ,dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangkan dari yang dipelajarinya disekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mempu menggunakan metode sesuai dengan kaidah keilmuan.

C.  KOMPETENSI DASAR
1.      menyadari kebesaran tuhan yang menciptakan dan mengatur alam  jagad raya melalui pengamatan fenomena alam fisis dan pengukurannya.
2.      Menunjukan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu;objektif;jujur;teliti;cermat;tekun;hati-hati;bertanggung jawab;terbuka;kritis;inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan,melaporkan,dan berdiskusi.
3.      Menganalisis besaran-besaran fisis gelombang berjalan dan gelombang tegak pada berbagai kasus nyata.
4.      Menyelidiki karakteristik gelombang mekanik melelui percobaan.

D.  TUJUAN PEMBELAJARAN

1.      Menjelaskan definisi gelombang berjalan.
2.      Mengaplikasikan gelombang berjalan pada soal.
3.      Menjelaskan definisi gelombang tegak.
4.      Mengaplikasikan gelombang tegak pada soal.

E.  MATERI AJAR
1.    Pengertian Gelombang
Gelombang adalah bentuk dari getaran yang merambat pada suatu medium. Pada gelombang yang merambat adalah gelombangnya, bukan zat medium perantaranya. Satu gelombang dapat dilihat panjangnya dengan menghitung jarak antara lembah dan bukit (gelombang tranversal) atau menhitung jarak antara satu rapatan dengan satu renggangan (gelombang longitudinal). Cepat rambat gelombang adalah jarak yang ditempuh oleh gelombang dalam waktu satu detik.( konsep )
2.    Jenis-Jenis Gelombang
Menurut arah getarnya:
a.    Gelombang transversal adalah gelombang yang arah getarnya tegak lurus terhadap arah rambatannya.
            Contoh: gelombang pada tali , gelombang permukaan air, gelobang cahaya, dll.
b.    Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah getarnya sejajar atau berimpit dengan arah rambatannya.
Contoh: gelombang bunyi (suara) dan gelombang pada pegas.
Menurut amplitudo dan fasenya :
a.    Gelombang berjalan adalah gelombang yang amplitudo dan fasenya sama di setiap titik yang dilalui gelombang.
b.    Gelombng diam (stasioner) adalah gelombang yang amplitudo dan fasenya berubah (tidak sama) di setiap titik yang dilalui gelombang.
Menurut medium perantaranya:
a.  Gelombang mekanik adalah gelombang yang didalam perambatannya memerlukan medium perantara,yang menyalurkan energy untuk keperluan proses perambatan sebuah gelombang.Suara merupakan salah satu contoh gelombang mekanik yang merambat melalui perubahan tekanan udara dalam ruang.Tanpa udara, suara tidak biasa dirambatkan.
b. Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang didalam perambatannya tidak memerlukan medium perantara. Contoh : sinar gamma (纬), sinar X, sinar ultra violet, cahaya tampak, infra merah, gelombang radar, gelombang TV, gelombang radio.
            Secara umum sifat-sifat gelombang adalah:
1.   Dapat mengalami pemantulan atau refleksi;
2.    Dapat mengalami pembiasan atau refreksi;
3.   Dapat mengalami superposisi atau interferensi;
4.   Dapat mengalami lenturan atau difraksi;
5.   Dapat mengalami pengutuban atau polarisasi;
 Gelombang  Menurut amplitudo dan fasenya
1.    Gelombang Berjalan
            Gelombang berjalan adalah gelombang yang amplitudonya tetap pada titik yang dilewatinya. Gelombang berjalan bisa juga disebut sebagai gelombang yang amplitudo dan fasenya sama di setiap titik yang dilalui gelombang.( konsep )
http://fisikon.com/kelas3/images/stories/gelombang-mekanik/image026.jpg
Gambar 1. Gelombang berjalan ke kanan dengan titik asal getaran adalah titik O Yaitu gelombang berjalan.
Gambar.1.7.Gelombang berjalan kekanan dengan cepat rambat yaitu gelombang stasioner

1.       Persamaan untuk gelombang berjalan adalah sebagai berikut :
      y=       ( prinsip )
keterangan:
A         : amplitudo gelombang (m)
T         : periode gelombang(s)
t          :  lamanya titik 0 (sumber getar) bergetar (s)
y         : simpangan (m)
蟺         : 22 / 7 atau 3,14

Apabila gelombang merambat ke kanan dan titik asal 0 bergetar ke atas maka persamaan simpangan titik P yang digunakan adalah:
yp = A sin 2蟺/T (t- x/v)   ( prinsip )
 Apabila gelombang merambat ke kiri dan titik asal 0 bergetar ke bawah maka persamaan simpangan titik P yang digunakan adalah:
yp = - A sin 2蟺/T (t- x/v)  ( prinsip )
Fase di definisikan sebagai perbandingan antara waktu sesaat untuk meninggalkan titik keseimbang (titik 0) dan periode. Dengan demikian fase gelombang dititik P dapat ditulis sebagai berikut:
蠁  =  tp/T  =  (t- x/v)/T                                蠁p = t/T -  x/位                                =  t/T- x/vT

Sedangkan untuk mengukur besarnya sudut fase di titik P dapat dituliskan sebagai berikut:
  胃p = 2蟺 蠁_p
                   = 2蟺 (t/T- x/位)
Beda fase antara dua titik yang berjarak X2 dan X1 dari sumber getar dapat dituliskan sebagai berikut:
螖蠁  = ( x2 - x1)/位
螖蠁  =  ∆x/位
Nilai kecepatan dan percepatan gelombang di suatu titik dapat diketahui dengan menurunkan persamaan keduanya, sebagai berikut:
vp = 2蟺/T A cos 2蟺/T (t- x/v)
ap = - (4蟺2)/T2 A cos 2蟺/T (t- x/v)
Keterangan:     vp = kecepatan partikel di titik p (m/s)
ap = percepatan partikel di titik p (m/s2)


Contoh soal:
Suatu gelombang berjalan memiliki persamaan y = 10 sin (0,8蟺t - 0,5;t) dengan y dalam cm dan t dalam detik. Tentukanlah kecepatan dan percepatan maksimumnya!
Pembahasan:
dik: y=10 sin (0,8 蟺t-0,5 蟺x)
Dit: y dalam cm dan t dalam detik
jawab:
v = dy/dt
v = (10)(0,8 蟺) cos (0,8 蟺t-0,5 蟺x)
nilai v maksimum bila cos (0,8 蟺t-0,5 蟺x)=1



2.      Gelombang Stasioner

Gelombang Statisioner adalah gelombang yang memiliki amplitudo yang berubah – ubah antara nol sampai nilai maksimum tertentu. Pada proses pantulan gelombang, terjadi gelombang pantul yang mempunyai amplitudo dan frekuensi yang sama dengan gelombang datangnya, hanya saja arah rambatannya yang berlawanan.( konsep )
Nama lain Gelombang stasioner adalah gelombang diam atau bisa dibilang gelombang tegak atau gelombang berdiri.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAZUctC2Tz56o9HhwxmluZosar_bkFmJt2Aq9d_ojc5PF20vHkaPZWDPRxvMcSbHjOG1nUXQ2VYuQC-PvNrjn8aTHC6g8TBSsuGtB2dj84Szl1AFJhjdlOzAJOgffnvA-6MVofVTgnHtQ/s1600/Gel.stasioner_ujung_bebas.jpg
Gambar gelombang stasioner

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiu4wU_xxzUdfmOx51us0-lX5YncsMWRmNwCsy1nxVSL_VXqm2wA-NO1BrHTFTSsvOStvdHJhVSEFm60_XimqKucUN6q2RxggLRXaYRKcD8ryiTrfGkqybb0XI6GpnU9stnYlbBOknbC7c/s1600/garpu+tala.jpg
 Gambar sebuah Garputala
Jika garputala digetarkan, pada dawai terjadi gelombang stasioner.

1.       persamaan untuk gelombang stasioner adalah sebagai berikut :

y = 2 A sin kx cos (蠅t- 2蟺l/位)  ( prinsip )
Keterangan :               
A : amplitude gelombang datang atau pantul (m)
k  : 2蟺/位
蠅 : 2蟺/T (rad/s)
l   : panjang tali (m)
x  : letak titik terjadinya interferensi dari ujung terikat (m)
位   : panjang gelombang (m)
t     : waktu sesaat (s)
y1= A sin 2蟺/T (t- (l-x)/v) untuk gelombang datang,
y2= A sin 2蟺/T (t- (l+x)/v+ 1800) untuk gelombang pantul
sehingga untuk hasil interferensi gelombang datang dan gelombang pantul di titik P yang berjarak x dari ujung terikat adalah sebagai berikut:
y  = y1+ y2 = A sin 2蟺 (t/T- (l-x)/位)+ A sin2蟺(t/T- (1+x)/位+ 1800 )
Dengan menggunakan aturan sinus maka penyederhanaan rumus menjadi:
          sin A + sin B = 2 sin 1/2 (A+B) - cos1/2  (A-B)
Menjadi:
y=2 A sin (2蟺 x/位 )  cos 2蟺  (t/T - l/位)
y= 2 A sin kx cos (2蟺/T t - 2蟺l/位)

Rumus interferensi :
y= 2 A sin kx cos (蠅t- 2蟺l/位)   (persamaan gel stasioner)
Pada gelombang stasioner pada ujung bebas gelombang pantul tidak mengalami pembalikan fase. Persamaan gelombang di titik P dapat dituliskan seperti berikut:
y1 = A sin 2蟺/T  (t- (l-x)/v) untuk gelombang datang
y2 = A sin2蟺/T  (t- (l+x)/v) untuk gelombang pantul
y   =  y1 + y2
     =   A sin 2蟺/T (t- (l-x)/v) + A sin 2蟺/T  (t - (l+x)/v)
y   =   2 A cos kx sin2蟺 (t/T- 1/位)

Rumus interferensi antara gelombang datang dan gelombang pantul pada ujung bebas, adalah:
y = 2 A cos 2蟺 (x/位) sin 2蟺(t/T- l/位)
Dengan:
As = 2A cos2蟺(x/位) disebut sebagai amplitude superposisi gelombang pada pemantulan ujung tali bebas.
Ap = 2 A cos kx adalah amplitudo gelombang stasioner.
1) Perut gelombang terjadi saat amplitudonya maksimum, yang secara matematis dapat ditulis sebagai berikut:
Ap maksimum saat cos (2蟺  x)/( 位) = ±1 sehingga  x = (2n) 1/4 位, dengan n = 0,1,2,3,…….

2) Simpul gelombang terjadi saat amplitudo gelombang minimum, ditulis sebagai berikut:
Ap minimum saat cos (2蟺 x)/( 位) = 0 sehingga
x = (2n +1) 1/4 位, dengan n = 0,1,2,3,……..

Persamaan gelombang datang dan gelombang pantul dapat ditulis sebagai berikut:
y1= A sin 2蟺 (t/T- (l-x)/位) untuk gelombang datang
y2= A sin 2蟺 (t/T- (l+x)/位) untuk gelombang pantul

Superposisi gelombang datang dan gelombang pantul di titik q akan menjadi:''''
y = y1 + y2
y =A sin 2蟺 (t/T- (l-x)/位) - A sin2蟺(t/(T ) – (l+x)/位)
Dengan menggunakan aturan pengurangan sinus;
sin伪 - sin尾 = 2 sin 1/2  (伪-尾) cos 1/2 (伪+尾)
Persamaan gelombang superposisinya menjadi:
y = 2 A sin 2蟺(x/位) cos2蟺 (t/T- l/位)
Amplitudo superposisi gelombangnya adalah:
As = 2A sin2蟺 (x/位)
Dengan As adalah amplitudo gelombang superposisi pada pemantulan ujung terikat.
Contoh soal:
Seutas tali panjangnya 5 m dengan ujung ikatannya dapat bergerak dan ujung lainnya digetarkan dengan frekuensi 8 Hz sehingga gelombang merambat dengan kelajuan 3 ms-1. Jika diketahui amplitude gelombang 10 cm, tentukanlah: Persamaan simpangan superposisi gelombang di titik P yang berjarak 1 meter dari ujung pemantulan.Amplitude superposisi gelombang di titik P; dan Letak perut gelombang diukur dari ujung pemantulan.
Penyelesaian:
Diketahui :
l   = 5 m                  v = 3 ms                                 位 = v/ (f) = 3 / (8) m
f   = 8 Hz                A =10 cm = 0,1 m                       T = 1/f =1/8 s
a. Persamaan simpangan di titik P, satu meter dari ujung pemantula
 y = 2 A cos 2蟺 (x/位) sin 2蟺 (t/T-l/位)
   = 2(0,1) cos 2蟺 (1/(3/8)) sin2蟺(  t/(1/8)- 5/(3/8))
   = 0,2 cos16蟺/3 sin (16 蟺t-80蟺/3) meter
b. Amplitudo superposisi gelombang di titik P ( x = 1m)
 As = 2 A cos 2蟺 (x/位) = 2 (0,1) cos2蟺(1/(3/8))
     = 0,2cos (16蟺/3)    = 0,2 cos(4 4/3 蟺)
     = 0,2cos(4/3 蟺)      = 0,2 cos 2400  = 0,2 (-1/2) = -0.1 m
 tanda (–)menunjukkan di titik P simpangannya ke bawah.
c.  Letak perut gelombang dari ujung pemantulan.
 x = (2n) 1/4 位, dengan n = 0,1,2,3…
 x = 3/32 m, x = 3/16 m, x = 3/8m, ….
DAFTAR PUSTAKA

Foster, Bob. 2003. Fisik SMU Kelas XII. Jakarta: Erlangga
        
  gelombang