Senin, 27 Oktober 2025

Pemberdayaan dan Perempuan ( Pelatihan Anyaman Bambu )

Doc. Pembukaan Acara

Acara: Pelatihan Peningkatan Keterampilan Anyaman Bambu

Tanggal Pelaksanaan: 28-29 Oktober 2025

Lokasi: Lantai 2 Ruang Kantor Wali Nagari

Tujuan Utama: Melestarikan kerajinan tradisional, meningkatkan keterampilan peserta dalam mengolah bambu, dan mendorong potensi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

​Pelatihan anyaman bambu ini diselenggarakan oleh TP PKK Nagari dan diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari PKK Jorong, Kader dan Bundo Kanduang. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali generasi muda dan ibu rumah tangga dengan keterampilan praktis yang dapat menjadi sumber penghasilan tambahan melalui pembuatan produk kerajinan bernilai jual.

Doc. Sambutan Ketua TP PKK

Dalam sambutannya Ketua TP PKK Nagari memberi pesan" Ini adalah pelatihan ke 4 yang dilaksanakan oleh PKK Nagari, jadi harapan kami kegiatan ini bisa kita kalaborasikan dengan kegiatan pelatihan yang telah kita laksanakan sebelumnya contoh dengan kegiatan Pembuatan Mahar untuk pernikahan", jelas Ketua TP PKK Nagari Ny. Edi Marlita Defrizal.

Doc. Sambutan Wali Nagari Tanjung

Sedangkan Wali Nagari Tanjung Bapak Defrizal, S.ST.Par "selalu menyatakan sikap siap untuk mendukung apapun kegiatan pemberdayaan selagi itu datang dari kebutuhan masyarakat dan di bolehkan oleh aturan yang berlaku, saya dan Ketua BPN akan mendukung itu imbuhnya".

Kegiatan ini di buka lansung oleh Camat Koto VII yang dalam hal ini diwakili oleh Kasi PPM ibu Sri Prihatin, S.E, Beliau berpesan " ini adalah bukti keseriusan Wali Nagari dalam melihat peluang dan kebutuhan masyarakat terkait pemberdayaan dan peran penting perempuan dalam menciptakan Inovasi di Nagari, Silakan ikuti acara ini dengan seksama" imbuhnya.

Doc. Sambutan Kasi PPM Kec. Koto VII

​Pelatihan berlangsung selama 2 hari ( 28-29 Oktober 2025 ) dengan fokus pada penggabungan teori dan praktik. Instruktur utama adalah Ibu Ses dari Nagari Talawi Sawalunto yang juga merupakan seorang pengrajin bambu berpengalaman.

Doc. Praktek Anyaman

​Materi yang diajarkan meliputi:

​Pengenalan Bahan Baku: Identifikasi jenis-jenis bambu yang cocok (cth: bambu tali, bambu apus), teknik pemotongan, dan proses pengawetan bambu.

Persiapan dan Pengolahan: Cara memilah dan menghaluskan iratan bambu (belahan) agar siap dianyam.

​Teknik Anyaman Dasar: Peserta diajarkan teknik-teknik anyaman fundamental, seperti teknik kepang, teknik sasak (untuk dinding/bilik), dan teknik ganda, dan.

​Praktik Pembuatan Produk: Peserta secara langsung mempraktikkan pembuatan dua jenis produk kerajinan:

​Produk Fungsional: Bakul/keranjang serbaguna.

​Produk Dekoratif: Hiasan dinding atau wadah pensil kecil.

​Hasil dan Dampak dari kegiatan ini diharapkan ada berupa Produk Output: Seluruh peserta berhasil menyelesaikan minimal satu buah produk anyaman fungsional yang layak pakai. Beberapa produk menunjukkan kualitas anyaman yang rapi dan inovatif. dan dampaknya merupakan Peningkatan Keterampilan: Berdasarkan evaluasi pasca-pelatihan, rata-rata tingkat pemahaman dan keterampilan praktis peserta meningkat sebesar 75% dibandingkan kondisi awal. adanya Jejaring: Terbentuknya komunikasi awal antar peserta untuk membentuk kelompok pengrajin kecil guna berbagi informasi bahan baku dan potensi pemasaran.

Doc. Arahan PD

​dan dalam sambutannya Pendamping Desa Bapak Efit Mulyadi lebih menekankan kepada imbas dari kegiatan pelatihan ini dan menyarankan Rekomendasi Tindak Lanjutnya pelatihan anyaman bambu ini berjalan sukses dan memberikan bekal keterampilan yang nyata bagi para peserta dan ini juga bukti nyata salah satu pemanfaatan Dana Desa untuk Pemberdayaan kaum Perempuan sehingga tidak ada lagi kesenjangan dalam pola pelaksanaan kegiatan di Nagari, dan Untuk memaksimalkan dampak, direkomendasikan tindak lanjut berupa:

​Pelatihan Lanjutan (Advanced): Fokus pada desain produk modern dan teknik finishing (pewarnaan, pelapisan) agar produk lebih menarik pasar.

​Pendampingan Pemasaran: Membantu kelompok pengrajin dalam hal branding, foto produk, dan pemasaran digital melalui media sosial atau e-commerce.

​Fasilitasi Bahan Baku: Memastikan ketersediaan bahan baku bambu berkualitas secara berkelanjutan.

tentu untuk hasil maupun pemasaran harus saling bahu membahu antara pengrajin, Pemangku kepentingan hingga Pemerintah daerah, tutup Bapak Efit Mulyadi (Read PD).

ditulis Oleh : Efit Mulyadi, Pendamping Desa Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat

Pendamping Desa dan Ketahanan Pangan

Suksesnya Pendamping Desa (Read PD) dalam kegiatan ketahanan pangan merujuk pada proses pendampingan secara berkelanjutan yang bertujuan agar masyarakat desa menjadi mandiri dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengelola program ketahanan pangan mereka sendiri. 

Ini bukan sekadar pergantian personel, melainkan transfer pengetahuan, keterampilan, dan inisiatif dari Pendamping Desa ( Read PD ) kepada aparatur desa, Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), kelompok masyarakat (seperti Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani/KWT), serta kader lokal.

Tahapan untuk Suksesnya Pendamping Desa (Read PD) dalam kegiatan Ketahanan Pangan. Proses ini idealnya mengikuti alur yang mengarah pada penarikan diri Pendamping Desa secara bertahap seiring meningkatnya kapasitas dan kemandirian desa.
1. Inisiasi dan Fasilitasi Perencanaan 

Peran Pendamping Desa: Memfasilitasi Musyawarah Desa Khusus (Musdes) untuk identifikasi potensi dan masalah pangan desa, merumuskan rencana kegiatan (misalnya pemanfaatan Dana Desa 20% untuk ketahanan pangan), dan membantu penetapan penerima manfaat. 

Fokusnya : Mendorong perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk memimpin proses musyawarah secara partisipatif, bukan bergantung pada instruksi pendamping Desa. 

2. Peningkatan Kapasitas Pelaksana 

Peran Pendamping Desa: Memberikan pendampingan teknis dan pelatihan kepada pelaksana utama program ketahanan pangan, seperti pengurus BUM Desa (untuk pengelolaan lumbung pangan atau usaha pascapanen), Kelompok Tani (untuk teknik budidaya), dan KWT (untuk diversifikasi pangan lokal dan pengolahan).

Fokusnya : Membentuk dan melatih kader-kader lokal atau anggota BUM Desa menjadi pelatih atau fasilitator internal desa yang dapat meneruskan pengetahuan dan praktik baik secara mandiri. 

3. Implementasi Program dan Penguatan Kelembagaan 

Peran Pendamping Desa: Mendampingi dalam pelaksanaan, memastikan transparansi anggaran, membantu pengelolaan dan pengembangan aset (misalnya, pengembangan BUMDesa sebagai pelaksana hulu-hilir pangan), dan memfasilitasi sinergi dengan pihak luar (misalnya, dinas terkait atau pasar). 

Fokusnya : Menguatkan tata kelola BUM Desa atau lembaga pelaksana lainnya agar memiliki sistem manajerial yang solid dan tidak bergantung pada intervensi pendamping. Mendorong kemitraan desa dengan sektor swasta atau pihak ketiga secara mandiri.
4. Monitoring, Evaluasi, dan Replikasi Mandiri 

Peran Pendamping Desa: Memfasilitasi proses monitoring dan evaluasi hasil program secara periodik dan partisipatif, serta membantu desa menyusun laporan pertanggungjawaban. 

Fokusnya : Memastikan desa (khususnya KPMD/Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa dan BUM Desa) mampu melakukan evaluasi internal terhadap keberhasilan dan kegagalan program, serta mampu merencanakan replikasi atau pengembangan program ketahanan pangan berikutnya berdasarkan hasil evaluasi tersebut tanpa keterlibatan aktif dari Pendamping Desa. 

Indikator Keberhasilan Bagi pendamping Desa, Pendampingan dianggap berhasil jika desa telah mencapai kemandirian pangan yang ditandai dengan. 

Kemampuan Perencanaan: Desa secara mandiri mengalokasikan Dana Desa untuk ketahanan pangan berdasarkan potensi lokal dan kebutuhan warga (misalnya melalui Musrenbangdes). 

Kapasitas Pelaksanaan: BUM Desa/Kelompok Masyarakat mampu mengelola unit usaha pangan (budidaya, pengolahan, distribusi) secara profesional dan berkelanjutan. 

Ketersediaan dan Akses: Terjaminnya ketersediaan pangan lokal yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman (Ketersediaan, Keterjangkauan, dan Pemanfaatan Pangan) bagi seluruh warga desa. 

Keberlanjutan Inisiatif: Inisiatif dan inovasi di bidang pangan, seperti pengembangan pertanian terpadu atau pengelolaan lumbung pangan, tetap berjalan dan berkembang meski Pendamping Desa telah beralih fokus pendampingan ke desa lain. 

Oleh : Efit Mulyadi ( PD ) Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat.

Senin, 06 Oktober 2025

Swear it all over again

Sesuatu yang ingin aku yakini meski asa terasa menepis belakangan ini, tak pernah ku duga akan mendapat tamparan seperti ini. Bahwa suatu hari nanti, hatimu akan pergi meninggalkanku. Kekhawatiranku mulai memang karna aku pernah berbuat, aku merasa hanya jasadmu yang kembali padaku, tapi aku tidak tahu hatimu terbang entah kemana?? Kemana kamu disaat aku merasakan kesepian ini.......??? 

Aku berharap sedikit kata manjamu, agar aku yakin kamu masih menganggap aku ada.....!!!! Aku butuh perhatian mu agar aku bisa tersenyum, seolah-aloh aku benar-benar ada yang memiliki...!!! Tak Cuma jarak, tapi juga kisah-kisah di sekeliling yang memisahkan ku dari genggaman jemarimu. Tapi mengapa harus orang yang paling kamu benci yang hadir untuk memberikan senyuman itu, meski setelah itu ku masih sangat berharap sedikit Perhatian darimu, tapi itu hanya harapan kosong...!! Kau tak seperti apa yang kau deskripsikan....!!! Diduakan oleh kesibukanmu itu sudah hal yang biasa bagiku. Aku mencoba untuk memahami itu, meski sebelum itu aku harus membuat Kesalahan yang tak seharusnya aku lakukan. Mau menyesal pun aku percuma. 

Aku tak bermaksud menghalangimu dari hidup yang telah kau pilih. Hanya saja kau tak mengerti betapa perihnya hatiku, disaat kau dengan orang-orang yang sedikit pun tak pernah suka denganku. Aku benar, tidak semua yang kau ketahui dari aku kau memehaminya. Bilangan waktu turut menjadi penyebab semua ini....!!! Bisakah.....?? Cinta tak harus berubah walau secara fisik atau tak lagi sama!!! Jika kau ingin membantuku melewati waktu-waktu sulit itu. Ini caranya: Jadilah cermin ajaib yang mempunyai satu jawaban untuk sang pangeran!!! Aku mencoba mengerti jika kau terkadang tak memehami, kenapa aku harus marah hanya karena hal-hal sepele yang menurutmu tak layak mengundang Keeogoisan. Bagaimana menjelaskannya padamu?? Aku lelaki...... Yang memiliki siklus tertentu. Dimana emosiku terpacu lebih cepat hingga mudah terbakar amarah. Seraya berharap kau tidak menjatuhkan pandangan pada yang lain...!! Yang belum lagi terperangkap keajaiban waktu. Terkadang kenangan seringkali seperti mimpi indah, Meski tak jarang pula ia menjelma seperti seekor serigala, Yang kuku tajamnya mudah meninggalkan jejak. 

CINTA salahkah jika aku meminta tatapan kagum, Pujian, atau kalimat-kalimat mesra, agar tak kau curahkan kepada orang lain. Meski hanya sebatas teman? Tentu saja jika kau suka kau boleh membaginya kepada yang lain!! Cinta memang ajaib, Pesonanya sering mengunciku pada dunia yang kadang sulit dibedakan nyata atau tidaknya. Bertahun-tahun kita lalui ini dan aku masih berjuang agar tak selalu Terkurung dikamar gelap itu. Dengan menyakini satu hal: Cintamu nyata senyata-nyatanya untuk ku. Ada satu hal yang selalu membuat aku tak dapat mencegah air keluar dari sudut mata. Ada satu hal yang membuat perasaan aku tercabik-cabik. Ada satu hal yang selalu menikamkan nyeri di dada. Ada satu hal yang membuat ku sering kali tak mengerti mengapa aku menjadi begitu sensitif terhadap masalah ini. Dan juga wajah yang sering layu menatap kisah hidup ini. KAU tahu.....!! Betapa sering aku tak berdaya melawan waktu yang telah menyulapku, menjadi orang yang naif dan mudah menimbulkan masalah, Sayang jika semua itu yang membuatmu akan membenciku. Kau tahu dalam hidupku, aku memilih segalahnya sendiri. Hanya sedikit hal yang tak bisa,aku tak bisa memilih hari lahirku. Tapi saat ini aku memilih sepanjang hidupku, aku hanya ingin bersamamu. Tak perlu mengerti apa yang tak sepenuhnya kau mengerti, aku juga tak akan berusaha memahami...........apa artinya “KUARTIL TERAKHIR”.

tulisan 2012
oleh : Efit Mulyadi